Pekan Batik Internasional II catat transaksi Rp1,5 miliar
PEKALONGAN: Pekan Batik Internasional (PBI) II yang digelar di sentra produksi Pekalongan pada 29 April-3 Mei 2009 berhasil membuahkan transaksi senilai Rp1,5 miliar.
Ketua Panitia PBI II Dwi Arie Putranto mengatakan stan-stan promosi dan penjualan batik di GOR Jatayu tercatat senilai Rp1,4 miliar, sementara itu stan kuliner di sepanjang kawasan PBI Cakar Budaya sebanyak Rp121,9 juta.
“Itu dari transaksi berbagai jenis batik dan suvenir dengan pembeli domestik maupun asing, seperti dari Filipina, Thailand, Malaysia, Jepang, Singapura, Suriname, Belanda, Jerman, Peru, Bolovia, dan Korea Selatan,” ujarnya, kemarin.
Pekan Batik Internasional digelar 2 tahun sekali untuk membangkitkan pasar batik dan meningkatkan ekspor.
Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu yang membuka pameran PBI akhir pekan lalu menjanjikan bantuan paten batik, agar tidak dapat ditiru atau dibajak oleh pihak lain sehingga merugikan penciptanya.
Menurut dia, apresiasi masyarakat terhadap batik semakin baik, termasuk di kalangan anak muda, sehingga pasarnya semakin prospektif baik untuk produk berharga murah maupun yang mahal.
“Batik sekarang ini tidak seperti sebelumnya hanya dikenakan oleh orang tua, tetapi kini anak-anak muda juga dan sudah ngetrend memakai produk batik untuk kegiatan apa saja, baik acara pesta, santai hingga seragam sekolah serta kegiatan lainnya,” ujarnya.
Perkembangan corak dan desain batik, Mendag menambahkan saat ini sudah mengikuti selera pasar dan disesuaikan pada tingkat konsumtif masyarakat, sehingga batik perlu untuk di lindungi dengan pematenan karya produk.
“Untuk perajin menengah kecil, akan kami bantu melakukan pematenan produk mereka, baik kemudahan prosedur maupun biayanya, ” tuturnya.
Dia mengatakan langkah awal perlu digencarkan sosialisasi kepada perajin berkaitan permasalah pentingnya hak paten dan sebagainya, kemudian melangkah kepada proses pematenan.
Mari Elka Pangestu meminta para perajin terus menciptakan karya-karya barunya, sehingga perkembangan produk dalam negeri semakin banyak pilihan yang disertai dengan peningkatan kualitas.
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Jateng Sriyadi mengatakan kepopuleran batik sudah diperhitungkan sebagai ikon, baik tingkat nasional maupun internasional. “Selama 200 tahun, batik mengalami pasang surut dalam perkembangannya, sekarang produk khas Indonesia ini menunjukkan kejayaan lagi.”
Oleh Rachmat Sujianto
Bisnis Indonesia
Sumber : Bisnis Indonesia 06/05/2009

Komunitas Tangan Di Atas
Komunitas TDA Depok
No Comments to “Pekan Batik Internasional II catat transaksi Rp1,5 miliar”