Perketat pengawasan zat pewarna batik
JAKARTA: Yayasan Batik Indonesia (YBI) mendesak pemerintah memperketat pengawasan terhadap peredaran zat pe-warna batik di pasaran saat ini agar tetap mendukung kualitas batik Indonesia.
Komaruddin Kudiya, Pengurus YBI, mengatakan saat ini industri batik juga mengandalkan zat pewarna kimia, selain pewarna alami. Zat pewarna kimia yang digunakan selama ini seperti indigosol, naphtol, dan reaktif, masih diimpor.
Namun sayangnya, zat pewarna tersebut cenderung dicampur dengan pewarna lainnya oleh distributor atau pedagang tertentu, sehingga memengaruhi kualitas pewarna itu sendiri dan pada akhirnya memengaruhi kualitas batik yang dihasilkan.
“Kami mengharapkan ada pengawasan dari pemerintah terkait dengan hal ini, sebab ini akan memengaruhi kualitas produk kita,” katanya kepada Bisnis, kemarin.
Menurut Komaruddin, kurangnya pengawasan dari pihak atau institusi yang berwenang menyebabkan tidak ada yang bisa menjamin kualitas zat pewarna itu.
Dia menambahkan pihaknya sangat berharap pengakuan Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa urusan Budaya (UNESCO) akan mengangkat citra batik.
Komarudin yang juga Ketua Yayasan Batik se-Jawa Barat (YBJB) memperkirakan belum banyak pembatik di provinsi itu yang memanfaatkan perkembangan teknologi dalam menunjang pembuatan motif dan produksi. Sebagian besar pembatik, katanya, mengaku terkendala investasi dalam sumber daya manusia (SDM) ketika akan memanfaatkan kemajuan teknologi.
“Beberapa pembatik sebenarnya mampu membeli komputer dan program desain, tetapi mereka belum tentu dapat mengoperasikannya,” katanya.
Komar mencontohkan saat ini ada sekitar 1.500-1.700 pembatik di wilayah Cirebon. Dari jumlah tersebut, tidak lebih dari 2% yang menggunakan perangkat teknologi, serta mendokumentasikan karyanya.
Untuk menyiasati permasalahan ini, YBJB berinisiatif memfasilitasi pembatik tradisional agar bisa memanfaatkan perkembangan teknologi yang ada, walaupun belum memiliki SDM yang andal. (k35/k39)
Sumber : Bisnis Indonesia (02/10/2009)

Komunitas Tangan Di Atas
Komunitas TDA Depok