Batik

Sukses Memadukan Bisnis Offline dan Online

“‘Sami-sami’, satu milyar satu minggu, itulah target saya”, kata Ning Suharman, wanita pemilik situs NingHarmanto.com dan MahkotaDewa.com yang sukses memadukan pemasaran produk herbal lewat jalur online dan offline.  “Dan saya sedang menuju ke sana,” tambahnya. Oma Ning —demikian panggilan akrabnya—menyebut angka itu bukan untuk menyombongkan diri, namun untuk menunjukkan besarnya potensi yang bisa diraih bila kita serius menekuni pemasaran online. Dengan 45 juta pengguna internet saat ini, Indonesia adalah pasar yang sangat besar

Dalam seminar sehari bertajuk “Sukses Memadukan Bisnis Offline dan Online” yang digelar TDA Depok bekerja sama dengan Universitas Gunadarma hari ini  (17/7), Oma Ning bersama Iim Rusyamsi (DokterKomputer.com/PresidenTDA) dan Risna Maulina (MolinaBatik.com) membagikan kiat-kiat suksesnya kapada 300-an lebih peserta seminar yang terdiri dari para anggota TDA, mahasiswa, dan masyarakat umum.

Kiat-kiat yang disampaikan Oma Ning, Iim Rusyamsi, dan Risna Maulina menggarisbawahi tiga kunci sukses membangun bisnis online yang disampaikan sebelumnya oleh Nukman Luthfie, pakar strategi pemasaran online yang menjadi pembicara utama seminar.

1. Lokasi, Lokasi, Lokasi

Tidak berbeda dengan bisnis offline, lokasi berperan sangat penting bagi kesuksesan usaha online. Bedanya, bila dalam bisnis offline lokasi adalah letak tempat usaha maka dalam bisnis online “lokasi” adalah nama domain yang bagus dan mudah diingat. Yahoo.com, Google.com, Facebook.com, Detik.com, Kompas.com adalah nama-nama yang singkat dan mudah diingat, diucapkan dan dieja.

Kesalahan utama para pemula bisnis online adalah menggunakan layanan gratis seperti blogspot, wordpress, multiply untuk  membuat situs usahanya. Selain menjadikan alamat situs sulit diingat, menggantungkan diri pada layanan seperti itu membuat kita tergantung. Bila penyedia layanan bangkrut atau tutup, maka hilang pula “tempat usaha“ yang sudah susah payah kita bangun bertahun-tahun.

Dengan menggunakan domain sendiri, maka kita memiliki kontrol sepenuhnya. Asalkan kita terus memperpanjang sewa domain– yang tidak lebih dari Rp100.000 per tahun–kita akan eksis selamanya. Nukman Luthfie mengingatkan bahwa domain sebaiknya hanya satu kata atau dua kata “generik”, seperti Juale.com, JaketKulit.com, MahkotaDewa.com. Nama juga adalah doa, jadi harus berkonotasi bagus.

2. Amanah/Trust

Situs online harus menunjukkan profesionalisme dan kelayakan untuk dipercaya. Gunakanlah foto-foto produk yang diambil secara profesional agar orang tertarik membeli. Namun, juga jangan berlebihan sehingga tidak sesuai aslinya. Produk  yang ditampilkan di toko online harus tersedia dan dapat segera dikirim ke pembeli.  Ketersediaan barang sangat penting untuk menjaga kepercayaan konsumen. Berikanlah jaminan kualitas. Bila pembeli tidak puas, mereka diperbolehkan mengembalikan barang (retur). MolinaBatik.com pernah mendapatkan komplain kualitas batik berbahan katunnya dari seorang pembeli. Setelah barang di-retur, MolinaBatik.com mengganti dengan batik sutera yang berkualitas jauh lebih baik. Konsumen pun akhirnya menjadi loyal dan ikut memasarkan produk dari mulut ke mulut.

Kemasan merupakan hal yang sangat penting bagi produk yang dipasarkan online.  Kemasan adalah penanda kualitas. Bagus tidaknya kemasan dapat memengaruhi persepsi  konsumen terhadap kualitas produk. Dalam bisnis offline, kemasan bisa tidak terlalu penting karena Anda melihat wujud fisik barang dan toko/penjual sebelum membeli.

Kepercayaan juga harus dijaga dengan layanan yang baik dan cepat melalui chat, telepon, dan email.  Oleh karena itu, bila Anda adalah pemasar online, wajib bagi Anda untuk memiliki gaya hidup online. Anda harus selalu terhubung dengan pasar dan konsumen Anda. Oma Ning memberi contoh bagaimana dia bisa selalu terhubung dengan konsumen di luar negeri melalui facebook dan milis-milis. Dia selalu online pada jam 03.00 pagi, waktu di mana konsumennya di belahan dunia lain sedang beraktivitas. DokterKomputer.com bersedia mengambil komputer yang rusak di rumah/kantor pelanggan dan menyediakan unit cadangan selama masa perbaikan.

3. Online Marketing

Anda tidak bisa hanya membuat situs , lalu berpangku tangan menunggu pengunjung. Anda harus memasarkannya dengan rajin, baik melalui jalur online maupun offline.

“Dalam beberapa bulan pertama, hampir tidak ada transaksi sama sekali”, Risna menuturkan pengalamannya. “Mungkin karena orang belum mengetahui keberadaan kita.”  Risna melakukan promosi dengan berkomentar di blog-blog, aktif di situs jejaring sosial dan memasang iklan baris online untuk mengenalkan produk-produk MolinaBatik.com, yang dipasarkan 100% lewat online.

Berapa pun besarnya upaya dan anggaran pemasaran Anda, sumber utama pengunjung tetap berasal dari mesin pencari (Google, Yahoo, Bing, Ask, dll). Tulislah banyak artikel yang bermanfaat dan buatlah situs yang mudah diindeks mesin pencari  agar situs kita berada di urutan puncak hasil pencarian. DokterKomputer.com selalu menempati urutan atas untuk kata kunci “servis komputer” dan yang terkait karena mengoptimalkan situsnya dengan kata kunci  tersebut baik dalam konten, permalink maupun meta tag yang dipakai.

-Hendro Prasetyo-

Sumber : Margonda.com (17/07.2010)

Share or Bookmark This Post
  • Facebook
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • del.icio.us
  • Digg
  • email

No Comments to “Sukses Memadukan Bisnis Offline dan Online”

Leave a Reply

(required)

(required)


This site is protected by WP-CopyRightPro